Ronaldo Dinantikan di PSG


AFPGelandang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

PARIS, KOMPAS.com - Gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Javier Pastore, menyambut baik kabar bahwa bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, bisa bergabung dengan klubnya pada musim depan. Jika benar, playmaker berusia 23 tahun itu sangat mendukung rencana tersebut.

Ronaldo kembali dihubungkan bakal mendarat ke Paris, setelah sejumlah media Italia mengabarkan PSG tengah memburu ikon Madrid tersebut. Bahkan, PSG disebut sudah menyiapkan sekitar 100 juta euro (setara Rp 1,2 triliun) untuk meminang bomber Portugal berusia 28 tahun itu.

"Ronaldo adalah salah satu pemain terbaik di dunia. Dia hampir mencetak gol di setiap pertandingannya," ujar Pastore.

"Dia tahu bagaimana membuat perbedaan. Jika dia direkrut PSG, itu akan sangat baik bagi klub dan semua pemain yang berada di sini," harapnya lagi.

Meski Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi berkeras belum ada kontak dengan Ronaldo, Mino Raiola, agen Zlatan Ibrahimovic, juga menyambut baik kabar tersebut. Ia yakin kolaborasi Ronaldo dengan Ibra akan menjadi momok paling mematikan bagi setiap lawan.

Mancini: Selamat, Wasit Peter Rasmussen!


AFPPelatih Manchester City, Roberto Mancini, berdebat dengan kamerawan sebuah stasiun televisi, setelah pertandingan keempat Grup D Liga Champions, antara timnya dan Ajax, di Etihad, Selasa (6/11/2012).

MANCHESTER, KOMPAS.com - Pelatih Manchester City, Roberto Mancini, menilai ofisial pertandingan ikut menentukan kegagalan timnya meraih kemenangan atas Ajax, pada pertandingan keempat Grup D Liga Champions antara timnya dan Ajax Amsterdam, di Etihad, Selasa (6/11/2012).

Pertandingan itu berakhir 2-2. Ajax lebih dulu unggul melalui Siem De Jong pada menit ke-10 dan ke-17. Yaya Toure dan Sergio Aguero menyelamatkan City dengan gol pada menit ke-22 dan ke-74.

Pada menit ke-88, Edin Dzeko mengirim umpan kepada Aleksandar Kolarov. Kolarov kemudian melepaskan umpan silang yang ditembakkan Aguero masuk gawang Ajax.

Namun, wasit Peter Rasmussen menilai Kolarov berada dalam posisi off-side ketika menerima bola Dzeko sehingga gol itu dianulir. Selain itu, pada injury time, City menilai Ricardo van Rhijn menarik baju Mario Balotelli di kotak penalti, tetapi  Rasmussen  tida memberikan penalti.

"Wasit dan hakim garis sangat buruk. Itu adalah penalti dan sebelumnya, itu adalah gol, bukan off-side. Apa yang ia (Rasmussen) katakan kepada saya? Tidak ada. Saya mengucapkan 'selamat' kepadanya. Itu penalti," ujar Mancini.

"Menurut saya, kami mencetak tiga gol. Masalahnya, kami kemasukan dua gol dengan cara bodoh dari tendangan sudut," tambahnya.

Mengenai pembicaraannya dengan seorang kamerawan televisi di akhir pertandingan, yang tampaknya berlangsung dalam suasana tidak bersahabat, Mancini mengatakan, "Kamerawan itu menghampiri saya untuk mengambil gambar saya dan ia mengikuti saya. Ini bukan film soal saya, tetapi soal pertandingan. Saya mengatakan kepadanya, pertandingan sudah selesai."

Berikut ini adalah ofisial pertandingan tersebut
Wasit: Peter Rasmussen
Asisten wasit: Henrik Sonderby, Niels Hoeg
Ofisial Keempat: Lars Hummelgaard
Asisten wasit tambahan: Kenn Hansen, Jakob Kehlet

Galliani: Milan Belum Bangkit


www.acmilannews24.comWakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani.

MILAN, KOMPAS.com - Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani, menilai kemenangan 5-1 atas Chievo, pada laga Serie-A, di San Siro, Sabtu (3/11/2012), belum bisa dijadikan acuan untuk menyebut Milan sudah keluar dari krisis, mengingat Milan belum pernah menang beruntun musim ini. Menurutnya, penilaian baru bisa diberikan setelah Milan melewati bulan November ini, di mana Milan masih akan melakoni dua pertandingan Grup C Liga Champions dan empat laga Serie-A.

"Bulan November sangat penting. Ada enam pertandingan fundamental di Serie-A dan Liga Champions, yang memungkinkan kami memperbaiki posisi di klasemen," ujar Galliani.

"Kami masih jauh tertinggal. Kami ada di peringkat ke-10 di liga. Kami harus bangkit. Ini tak akan mudah, tetapi kami harus berusaha."

"Pertandingan (Liga Champions) melawan Malaga pada Selasa (6/11/2012) adalah tantangan besar, karena jika menang kami akan memperbaiki peluang secara signifikan untuk lolos dari fase grup."

"Di liga, kami mendapatkan tujuh poin dari delapan pertandingan pertama kami dan tujuh poin dari tiga pertandingan terakhir. Performa kami harus ditingkatkan. Ini perlu waktu dan kami masih sangat jauh," tuturnya.

Di Serie-A, Milan duduk di peringkat ke-10, dengan 14 poin dari 11 laga. Mereka kalah sembilan angka dari Napoli di peringkat ketiga dan 14 angka dari Juventus di puncak klasemen.

Di Grup C Liga Champions, Milan ada di tempat kedua dengan empat poin, atau unggul satu angka dari Zenit St Petersburg di tempat ketiga. Puncak dan dasar klasemen dihuni Malaga dan Zenit dengan 9 dan 1 poin. Fase grup Liga Champions masih menyisakan tiga pertandingan.

Pertandingan Liga Champions yang akan dilakoni Milan setelah menghadapi Malaha adalah Anderlecht, di Constant Vanden Stock pada 21 November 2012.

Adapun tiga dari empat tim yang akan mereka hadapi di Serie-A, adalah penghuni empat besar, yaitu Juventus, Napoli, dan Fiorentina. Satu tim lainnya adalah Catania, yang menduduki peringkat ketujuh.

 

Rodgers: Coloccini Frustrasi


AFPBek Newcastle United, Fabricio Coloccini, menerima kartu merah dari wasit Anthony Taylor atas pelanggaran kepada penyerang Liverpool, Luis Suarez, pada lanjutan Premier League, di Anfield, Minggu (4/11/2012).

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Bek Newcastle United, Fabricio Coloccini, menerima kartu merah karena dinilai wasit Anthony Taylor melanggar penyerang Liverpool, Luis Suarez, meski bola sudah lepas dari penguasaan Suarez pada menit ke-83 pertandingan Premier League, di Anfield, Minggu (4/11/2012).

Pelatih Liverpool, Brendan Rodgers, menilai Coloccini melakukan itu karena kesulitan menghentikan pergerakan Suarez sepanjang laga.

"Menurut saya, ia tak bisa dihentikan. Coloccini mendapat kartu merah karena frustrasi. Menurut saya, (Coloccini) tak bisa menghentikan Suarez dan (Coloccini) adalah bek yang baik. Ia adalah pemain bagus di Newcastle selama beberapa tahun terakhir," ulas Rodgers.

"Suarez begitu menonjol, sangat cerdas, dan ia adalah penyerang kelas dunia. Untuk performa hari ini, ia sangat menyulitkan para bek lawan."

"Ia adalah pemain yang sangat menyenangkan untuk diajak bekerja sama. Setiap hari, ia berlatih menjadi lebih baik dan berkembang. Ia masih muda dan berkomitmen memberikan yang terbaik untuk waktu lama kepada kami."

"Kami memberinya peran 'nomor 9 palsu'. Ia bukan pemain nomor 9 tradisional, yang ada di depan, berdiri, statis. Itulah kenapa ketika kami mendapatkan sejumlah pemain yang bisa bekerja sama menyesuaikan kemampuannya, itu menjadikan kami sangat berbahaya."

"Saya memintanya untuk bergerak dan memancing bek keluar posisi. Penting bagi kami memiliki pemain seperti itu."

"Jika kami bisa mendatangkan pemain lagi, Anda bisa melihat kegembiraan di tim kami. Kami memiliki banyak pemain muda, pemain senior kami fantastis. Untuk sekarang, kami akan terus bekerja keras," tuturnya.

Pertandingan itu berakhir 1-1. Gol Liverpool dicetak Suarez (67) dan gol tim tamu diciptakan Yohan Cabaye (43). Dengan hasil tersebut, Liverpool duduk di peringkat ke-12 dengan 11 poin, atau kalah enam angka dari Everton di peringkat keempat.

Liverpool Ditahan 10 Pemain Newcastle


AFP/ PAUL ELLIS Kapten Liverpool, Steven Gerrard (tengah) saat dikawal pemain Newcastle dalam lanjutan Premier League di Stadion Anfied, Minggu (4/11/2012). Kedua tim bermain imbang 1-1 dalam laga tersebut.

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Liverpool kembali gagal meraih poin penuh setelah diimbang Newcastle United 1-1 dalam lanjutan Premier League di Stadion Anfield, Minggu (4/11/2012). Sempat tertinggal akibat gol Yohan Cabaye, tuan rumah menyamakan kedudukan melalui gol Luis Suarez pada paruh kedua.

Ini adalah hasil imbang kedua Liverpool, setelah sebelumnya tim asuhan Brendan Rodgers itu juga berbagi angka dalam "Derbi Merseyside" melawan Everton, 28 Oktober 2012.

Berstatus sebagai tuan rumah, Liverpool tampil menekan lebih dulu pada menit-menit awal pertandingan. Peluang pertama "The Reds" didapatkan Luis Suarez pada menit ke-21. Tapi, kiper Tim Krul mampu dengan baik membaca bola tendangan striker asal Uruguay tersebut.

Newcastle bukan tanpa ancaman. Kombinasi Hatem Ben Arfa, Papiss Cisse, dan Demba Ba beberapa kali mampu merepotkan barisan pertahanan tim tuan rumah. Salah satu peluang Newcastle diperoleh Papiss Cisse pada menit ke-17. Namun, bola tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti masih melayang tipis di atas mistar gawang Brad Jones.

Tempo permainan melambat memasuki pertengahan babak pertama. Liverpool yang terlihat lebih menguasai jalannya pertandingan, masih kesulitan menembus rapatnya barisan pertahanan lawan. Begitu pun dengan Newcastle yang serangannya mampu dibaca dengan baik oleh Martin Skrtel dan kawan-kawan.

Dua menit menjelang turun minum, pendukung tuan rumah dikejutkan oleh gol Newcastle yang dicetak Cabaye. Pemain asal Perancis itu berhasil mengoyak gawang Jones dengan tendangan first time keras memanfaatkan umpan silang Ben Arfa.

Di babak kedua, Liverpool akhirnya mampu menyamakan kedudukan berkat gol Suarez pada menit ke-67. Menerima umpan jarak jauh dari Jose Enrique, Suarez mengontrol dengan baik. Setelah berhasil mengecoh Coloccini, ia kemudian mengecoh dan menaklukan Tim Krul untuk kemudian tinggal mencocorkan bola ke gawang.

Setelah kedudukan imbang, tempo permainan menjadi cepat. Liverpool berkali-kali melakukan serangan membahayakan untuk berbalik unggul. Sementara, Newcastle masih mengandalkan serangan balik cepat yang juga cukup mampu merepotkan barisan belakang tuan rumah sepanjang paruh kedua ini.

Pada menit ke-84, Newcastle harus bermain dengan 10 orang setelah Coloccini dikeluarkan wasit karena melakukan pelanggaran keras terhadap Suarez. Unggul jumlah pemain, tuan rumah terus menekan tim tamu hingga menit-menit akhir pertandingan.

Pada injury time, Jojo Shelvey mendapatkan kesempatan emas. Tetapi, sundulannya menerima umpan tendangan bebas Gerrard masih membentur mistar gawang Krul. Hingga wasit meniup peluit panjang skor 1-1 pun tidak berubah.

Menurut catatan Soccernet, sepanjang pertandingan, Liverpool menguasai bola sebanyak 65 persen dan menciptakan empat peluang emas dari 21 usaha. Adapun tim tamu melepaskan tiga tembakan akurat dari 11 kali percobaan.

Susunan Pemain:
Liverpool:
1-Brad Jones, 3-Jose Enrique, 5-Daniel Agger, 37-Martin Skrtel, 47-Andre Wisdom, 8-Steven Gerrard, 24-Joe Allen, 30-Suso (33-Jojo Shelvey 66), 31-Raheem Sterling, 4-Nuri Sahin (19-Stewart Downing 74), 7-Luis Suarez.

Newcastle: 1-Tim Krul, 2-Fabricio Coloccini, 3-Davide Santon, 14-James Perch (5-Danny Simpson 25), 27-Steven Taylor, 4-Yohan Cabaye (31-Shane Ferguson 69), 8-Vurnon Anita, 10-Hatem Ben Arfa, 18-Jonás Gutierrez, 9-Papiss Demba Cisse, 19-Demba Ba (28-Sammy Amoeobi 50).

Wasit: Anthony Taylor.